Peyek Padang adalah bisnis camilan rumahan yang menjual peyek udang melalui domain sendiri: peyekudang.biz.id.
Sebelumnya, produk seperti ini lebih mudah dijual lewat marketplace. Namun, marketplace punya satu masalah besar: semua produk terlihat mirip. Ketika calon pembeli mencari “peyek udang”, mereka akan melihat banyak listing dengan foto kecil, judul yang hampir sama, dan perang harga.
Padahal, produk Peyek Padang punya keunggulan yang jelas: udangnya terlihat padat dan merata, bukan hanya sedikit di tengah.
Website ini dibuat untuk menjawab pertanyaan sederhana dari calon pembeli:
“Ini benar-benar peyek udang, atau cuma peyek tepung yang diberi sedikit udang?”
Titik Awal: Produk Bagus yang Sulit Terlihat di Marketplace
Masalah utama dari project ini bukan hanya soal membuat website.
Masalah yang lebih penting adalah bagaimana membuat produk rumahan terlihat lebih dipercaya ketika bersaing dengan banyak produk serupa.
Di marketplace, keputusan pembeli sering terjadi sangat cepat. Mereka melihat foto, harga, rating, lalu langsung membandingkan dengan produk lain. Dalam kondisi seperti ini, keunggulan produk yang sebenarnya bisa tenggelam.
Karena itu, website dibuat sebagai etalase mandiri untuk Peyek Padang.
Di website sendiri, produk bisa dijelaskan dengan lebih baik. Foto bisa ditampilkan lebih besar. Cerita brand bisa dibangun. Alur belanja bisa dibuat lebih rapi. Dan yang paling penting, produk tidak harus selalu bersaing berdampingan dengan puluhan listing lain yang terlihat hampir sama.
Tujuan Project
Tujuan utama project ini adalah membuat website e-commerce yang benar-benar bisa digunakan oleh bisnis kecil.
Bukan hanya landing page cantik, tetapi toko online yang punya alur belanja lengkap.
Website harus bisa digunakan untuk menampilkan produk, memasukkan produk ke keranjang, checkout, menghitung ongkir, menerima pembayaran online, dan membantu pemilik bisnis mengelola pesanan.
Selain itu, website juga harus mudah dikelola oleh pemilik non-teknis. Harga, paket produk, dan teks halaman harus bisa diubah tanpa membuka kode atau menunggu bantuan developer.
Karena ini adalah project untuk bisnis kecil, biaya operasional juga harus ditekan serendah mungkin.
Pendekatan Desain: Hangat, Sederhana, dan Menggugah Selera
Arah desain website dibuat mobile-first, karena calon pembeli kemungkinan besar membuka website dari HP.
Tampilan dibuat hangat dan sederhana, tidak terlalu kaku seperti website korporat. Kesan rumahan justru dipertahankan karena itu adalah bagian dari kekuatan produk.
Fokus visual diarahkan ke produk. Foto peyek ditampilkan untuk memperlihatkan bahwa udangnya benar-benar terlihat dan menyebar merata.
Copywriting juga dibuat langsung ke inti. Pesan utama website adalah:
“Padat Udang, Bukan Cuma Tepung.”
Kalimat ini menjadi dasar dari cara website menjelaskan produk. Bukan hanya mengklaim bahwa produknya enak, tetapi menunjukkan alasan kenapa produk ini berbeda.
Pendekatan Teknis: Website Tetap Bisa Launch Bertahap
Salah satu keputusan penting dalam project ini adalah membuat website tetap bisa berjalan walaupun beberapa layanan eksternal belum sepenuhnya aktif.
Dalam project UMKM, kondisi seperti ini sering terjadi. Payment gateway bisa butuh waktu untuk verifikasi. API ongkir belum tentu langsung siap. Data produk juga bisa berubah-ubah saat awal launch.
Karena itu, sistem dibuat dengan fallback.
Jika database belum diisi, website tetap bisa memakai data default yang sudah disiapkan.
Jika API ongkir belum aktif, checkout tetap bisa berjalan menggunakan estimasi ongkir sederhana.
Jika payment gateway masih dalam proses verifikasi, alur pembayaran tetap bisa diuji dalam mode demo.
Dengan pendekatan ini, website tidak harus menunggu semuanya sempurna dulu baru bisa online. Bisnis bisa mulai launch lebih cepat, lalu fitur-fitur tambahan bisa diaktifkan satu per satu.
Admin Panel untuk Pemilik Non-Teknis
Website ini juga dilengkapi admin panel agar pemilik bisnis bisa mengelola toko sendiri.
Melalui admin panel, pemilik bisa mengubah harga, paket produk, dan konten utama website tanpa menyentuh kode.
Admin panel juga disiapkan untuk mengelola pesanan, seperti melihat order masuk, mengubah status pembayaran, menambahkan nomor resi, dan menandai pesanan selesai.
Bagian ini penting karena website untuk bisnis kecil tidak boleh hanya bagus saat pertama kali dibuat. Website juga harus mudah dirawat setelah project selesai.
SEO sebagai Aset Jangka Panjang
Selain halaman produk utama, website juga dilengkapi beberapa halaman pendukung untuk membantu pencarian dari Google.
Halaman-halaman ini dibuat untuk menargetkan kata kunci long-tail seperti:
“beli peyek udang online” “cara menyimpan peyek udang agar tetap renyah” “peyek udang untuk hampers” “reseller peyek udang”
Selain itu, halaman FAQ, kebijakan pengiriman, dan kebijakan retur juga ditambahkan agar website terlihat lebih lengkap dan terpercaya.
Tujuannya bukan hanya membuat toko online, tetapi membangun aset digital yang bisa membantu bisnis ditemukan secara organik dalam jangka panjang.
Hasil
Hasil dari project ini adalah website e-commerce mandiri untuk Peyek Padang di domain sendiri: peyekudang.biz.id.
Website ini memiliki alur belanja lengkap, mulai dari melihat produk, memasukkan ke keranjang, checkout, cek ongkir, hingga pembayaran online.
Website juga memiliki sekitar 18 halaman, termasuk halaman produk, landing page SEO, FAQ, kebijakan pengiriman, dan kebijakan retur.
Pemilik bisnis bisa mengelola harga dan konten sendiri melalui admin panel, sehingga tidak selalu bergantung pada developer untuk perubahan kecil.
Dari sisi biaya, website dibuat menggunakan layanan seperti Vercel dan Supabase free tier agar biaya operasional tetap rendah.
Yang paling penting, website ini bisa launch bertahap. Sistem tetap bisa berjalan walaupun payment gateway, database, atau API ongkir belum sepenuhnya aktif.
Tech Stack
Project ini dibangun menggunakan:
Next.js untuk frontend dan struktur website. Supabase untuk database dan autentikasi admin. Vercel untuk deployment. RajaOngkir untuk pengecekan ongkir. DOKU untuk payment gateway. Domain .biz.id sebagai domain utama.
Penutup
Project ini menunjukkan bahwa website untuk UMKM tidak harus rumit atau mahal.
Yang terpenting adalah website tersebut bisa menyelesaikan masalah nyata: membuat produk terlihat lebih dipercaya, membantu pembeli bertransaksi lebih mudah, dan memberi pemilik bisnis kontrol atas tokonya sendiri.
Untuk Peyek Padang, website ini menjadi langkah awal untuk membangun brand sendiri di luar marketplace.